14 Jun 2012

Indonesia bahagia karena bersyukur ?

Author: gamma.kosala | Filed under: Etika Profesi dan Bisnis

Bismillahirrahirrahmanirrahiim

Bahagia itu relative.

Memang benar pepatah tersebut. Bahagia itu berbeda bagi setiap orang. Bisa dikatakan apabila dalam kondisi tertentu orang bahagia bukan jaminan dengan kondisi tersebut orang lain juga bahagia. Sebagai contoh, jelas berbeda bahagianya antara seorang yang tinggal di daerah gurun dengan seorang yang tinggal di daerah kutub ketika diberikan pendingin ruangan. Jauh lebih bahagia orang yang di daerah tropis , hal ini dikarenakan apa yang diberikan memang dibutuhkan olehnya.

Lalu apa yang membuat seseorang bahagia ?

Pada dasarnya bahagia itu diciptakan oleh kita sendiri. Dalam kondisi apapun kita dapat bahagia. Sering kita tidak bahagia karena apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi kenapa tidak mencoba bersyukur dan menikmati apa yang telah diberikan oleh-Nya ?.

Yaa, bersyukur dan ikhlas merupkan kunci kebahagian itu sendiri. Tidak peduli apa yang terjadi pada kita, apabila kita bersyukur maka semuanya menjadi indah. Setidaknya kita bersyukur sudah diberikan usia hingga saat ini.

Lalu apa hubungannya dengan tingkat kebhagian negara – negara yang direlease oleh sebuah organisasi ( lihat www.happyplanetindex.org) ? Mereka mengeluarkan tingkat kebahagian yang berada pada sebuah Negara dan mereka membuat peringkat tingkat kebahagian negara – negara di dunia. Perlu diketahui tingkat kebahagian di Indonesia jauh diatas tingkat kebahagian negara – negara maju seperti Amerika. Kenapa bisa seperti itu ? padahal jelas Amerika merupakan negara maju yang mempunyai teknologi yang sangat maju.

Indicator kebahagian suatu Negara tidak semata – mata diukur dari kemajuan teknologinya. Bolehlah Amerika mempunyai teknologi yang amat canggih, tapi apakah mereka mempunyai kondisi lingkungan yang nyaman ?. polusi udara di Amerika cukup tinggi, mungkin ini juga akan mengganggu kebahagian disana. Selain itu faktor tekanan kerja juga berpengaruh terhadap kebahagian masyarakat suatu negara. Setiap hari mereka selalu dikejar deadline kerja, itu jelas membuat mereka hidup dibawah tekanan. Berbeda dengn masyarakat Indonesia yang mampu memanfaatkan waktu sejenak untuk menikmati karunia yang diberikan-Nya.

Kembali pada point inti kebahagian, diluar semua indikator kebahagian sebuah negara yang ditetapkan oleh organisasi tersebut. Saya berpikir mungkin Indonesia mempunyai tingkat kebahagian tinggi karena masyarakatnya menerima kondisi yang ada. Mereka mampu bersyukur dengan apa yang ada di negeri ini.

Entah itu pujian atau sindiran ..

Yang jelas saya bangga menjadi BANGSA INDONESIA !!

Tetap bekerja, tetap bersyukur , dan tetap ikhlas ..

Comments Off on Bayi (dalam) Tabung ?
6 Jun 2012

Bayi (dalam) Tabung ?

Author: gamma.kosala | Filed under: Etika Profesi dan Bisnis

Bismillahirrahmanirrahim.

Bayi tabung mungkin merupakan istilah yang masih belum kerap didengar oleh masyarakat luas. Lalu apakah bayi tabung itu ? bayi dalam tabung ? bukan, bayi tabung adalah bayi hasil proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita, istilah lainnya adalah  in vitro vertilization (IVF). masih bingung ? kalo bahasa gampangnya sih bayi tabung itu dihasilkan dari sel sperma yang diambil lalu disuntikkan ke sel telur. proses penyuntikannya diluar rahim, lalu setelah disuntikkan embrio akan dititpkan ke dalam rahim seorang wanita. proses ini biasanya digunakan oleh pasangan suami isteri yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. karena dengan proses ini kemungkinan untuk mendapatkan bayi cukup besar.

perdebatan yang timbul dengan ditemukannya teknik ini cukup beragam. perlu diketahui dengan adanya teknik ini siapa saja bisa mempunyai anak hanya dengn menyediakan sel sperma dan sel ovum lalu rahim seorang wanita sebagai tempat pertumbuhan embrio. sel sperma dan sel ovum juga bisa berasal dari pasangan suami isteri. bahkan rahim yang digunakan pun tidak harus rahim wanita pendonor sel telur. disinilah yang menkadi perdebatan dalam bidang sosial maupun agama.

Dalam bidang agama sendiri, MUI (Majelis Ulama Indonesia) dalam fatwanya menyatakan bahwa bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami-istri yang sah hukumnya mubah (boleh). Sebab, ini termasuk ikhtiar yang berdasarkan kaidah-kaidah agama. Namun, para ulama melarang penggunaan teknologi bayi tabung dari pasangan suami-istri yang dititipkan di rahim perempuan lain. para ulama menegaskan, di kemudian hari hal itu akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan warisan.Para ulama MUI dalam fatwanya juga memutuskan, bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram. “Sebab, hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam hal kewarisan,” tulis fatwa itu. Lalu bagaimana dengan proses bayi tabung yang sperma dan ovumnya tak berasal dari pasangan suami-istri yang sah? MUI dalam fatwanya secara tegas menyatakan hal tersebut hukumnya haram. Alasannya, statusnya sama dengan hubungan kelamin antarlawan jenis di luar penikahan yang sah alias zina.

pemerintah sendiri melalui peraturan hukum perdata mengatur tentang teknik bayi tabung di Indonesia.

Pasal  127 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.  Pasal tersebut mengatur tentang upaya kehamilan yang dilakukan di luar cara alamiah, yakni hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami isteri yang sah dengan ketentuan:

  1. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami isteri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim isteri dari mana ovum berasal;
  2. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu;
  3. Pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu

Dengan demikian status anak tersebut adalah anak sah sehingga ia memiliki hubungan waris dan keperdataan sebagaimana yang berlaku pada anak kandung.

Namun Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang isteri ketika ia telah bercerai dari suaminya, maka status anak yang terlahir sah jika anak tersebut lahir sebelum 300 hari sejak perceraian terjadi. Bila anak terlahir setelah masa 300 hari sejak perceraian, status anak tidak sah sehingga ia tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan mantan suami dari sang ibu (Pasal 255 KUH Perdata).

Undang-undang bayi tabung berdasarkan hukum perdata dapat ditinjau dari beberapa kondisi berikut ini:

  1. Jika sperma berasal dari pendonor dan setelah terjadi embrio diimplantasikan ke dalam rahim isteri, maka anak yang terlahir statusnya sah dan memiliki hubungan waris serta keperdataan selama suami menerimanya (Pasal 250 KUH Perdata).
  2. Jika embrio diimplantasikan ke rahim wanita lain yang telah bersuami, maka anak yang terlahir statusnya sah dari pasangan penghamil, dan bukan dari pasangan yang memiliki benih (Pasal 42 UU No. 1/1974 dan Pasal 250 KUH Perdata).
  3. Jika sperma dan sel telur berasal dari orang yang tidak terikat perkawinan tetapi embrionya diimplantasikan ke rahim wanita yang terikat perkawinan, anak yang terlahir statusnya sah bagi pasutri tersebut.

saya sendiri sebagai orang yang kurang paham hukum merasakan kejanggalan disini. pada pasal pasal  127 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2009 dikatakan kehamilan yang dilakukan di luar cara alamiah, yakni hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami isteri yang sah dengan ketentuan hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami isteri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim isteri dari mana ovum berasal. sedangkan pada pasal 250 KUH Perdata, Pasal 42 UU No. 1/1974 dan Pasal 250 KUH Perdata dimungkinkan sperma berasal dari pendonor dan rahim yang dititipi embrio tidak selalu dari wanita pendonor sel ovum.

saya sendiri lebih setuju dengan pendapat MUI dimana bayi tabung dibolehkan asalkan berasal dari sel sperma dan sel ovum dari pasutri dan ditanamkan pada rahim sang istri. hal ini kan menjamin status dari anak itu sendiri serta tidak bertentangan dari hukum agama

7 Mar 2012

Sadarkah kita itu bajakan ?

Author: gamma.kosala | Filed under: Etika Profesi dan Bisnis

Bismillahirrahmanirrahiim.

Pada masa – masa modern seperti sekarang kehidupan manusia tak lepas akan segala macam teknologi. Sebagai mahasiswa, tentu juga merasakan pentingnya teknologi untuk menunjang pembelajaran. Salah satu teknologi yang digunakan berupa software. Banyak software yang bisa digunakan oleh mahasiswa yang memudahkannya untuk memahami materi kuliah. Saya sendiri, sebagai mahasiswa Elektronika Instrumentasi (ELINS) menggunakan banyak software simulasi elektronik.

Kebanyakan software tersebut jika ditilik lebih jauh tidak ada lisensinya atau bisa dibilang bajakan. Tapi mungkin bagi kebanyakan mahasiswa tidak sadar akan hal tersebut. Bagi mereka yang penting adalah bagaimana menggunakan program tersebut dan memperoleh kemudahnnya. Toh mereka mendapatkan software tersebut dari senior mereka yang sampai sekarang tidak mengalami dampak negative dari pemakaian software tersebut. Dengan cara dan pemikiran seperti itu tak diragukan lagi banyak mahasiswa yang tidak sadar akan ke-ilegal-an software mereka.

Apa yang harus kita lakukan ?
Beberapa software yang kita gunakan memiliki copyright akan tetapi kita menggunakan yang tak berlisensi. Perlu diketahui jika terdapat juga software – software yang sifatnya open source, dimana program tersebut bebas digunakan serta diperbanyak. Itulah salah satu jalan keluarnya, kita bisa beralih dari software dengan copyright ke software yang bersifat open source. Bahkan beberapa dosen sudah menggalakan pemakaian software open source. Bila ditilik dari segi kemudahan pemakaiannya, software open source tak kalah jauh dengan software dengan copy right. Lalu menunggu apalagi untuk menimba ilmu dengan jalan yang halal ?

Bismillahhirrahmanirrahiim.
Tulisan ini terinspirasi oleh video “Toughest Place to be a Bin Man” yang mengambil setting di Indonesia. Pada video tersebut ditampilkan perbedaan kehidupan seorang tukang sampah di London dengan di Jakarta. Sangat terlihat perbedaan diantara mereka dari segi pekerjaan, alat kerja, serta kesejahteraannya. Wilbur, seorang tukang sampah di London memiliki peralatan yang canggih serta kehidupan yang sejahtera mencoba kehidupan tukang sampah di Indonesia sehingga bertemu Imam, seorang tukang sampah di Jakarta. Kehidupan sehari – hari Imam sangat berat dengan alat kerja yang sangat sederhana.
Pada video tersebut terlihat betapa kagetnya Wilbur dengan kondisi kerja sehari – hari Imam. Yang perlu digarisbawahi adalah kerja keras Imam walaupun kondisi kerja yang sangat berat. Bahkan kegigihan Imam dengan segala cobaannya membuat Wilbur terkesan hingga meneteskan air mata.
Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dalam video ini, yang membuat saya terkesan adalah ketika Wilbur bertanya mengapa Imam memilih menjadi tukang sampah, Imam menjawab dengan polosnya bahwa jika dia bisa dia tak akan memilih menjadi tukang sampah akan tetapi dia tetap bersyukur dan berusaha keras dan tak berputus asa. Inilah yang perlu kita contoh. Bayangkan seorang tukang sampah yang memiliki pekerjaan yang cukup berat dengan imbalan yang sangat minim mampu berkata seperti itu, padahal banyak diantara kita yang memiliki pekerjaaan yang lebih layak terus mengeluh dengan beban kerja mereka yang mungkin tidak seberapa dibanding dengan apa yang dilakukan Imam sehari – hari. Dimanakah rasa syukur kita ?
Mental seperti Imam inilah yang harus dimiliki oleh setiap insan, melakukan yang terbaik apapun pekerjaan kita dan terus bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Inilah yang mungkin dikatakan oleh orang – orang ”perkantoran” sebagai sikap profesionalisme. Bagi Imam dia tak perlu mengerti arti kata itu, yang jelas dia bekerja dengan hati walaupun pekerjaan dia saat ini sangat melelahkan. Bagaimana dengan kita yang mungkin sudah paham betul arti profesionalisme ? Apakah kita sudah menerapkannya ? Masihkah kita mengeluh dengan apa pekerjaan kita sekarang ?
Sekedar perenungn Kawan.
Sungguh dengan bersyukur maka kita akan merasakan nikmat yang lebih. insyaAllah.

24 Feb 2012

Hello world!

Author: gamma.kosala | Filed under: Uncategorized

Selamat datang di blog.ugm.ac.id. Ngebloglah dan curahkan pikiran anda disini. Silahkan menggunakan fasilitas ini dengan penuh tanggung jawab.

Admin blog akan melakukan peringatan apabila ada abusement/pelanggaran dalam penggunaan fasilitas ini.

selamat berkarya 🙂